Nyaprak: Cara Saya Merayakan Kebebasan Berpikir

Manifesto pertama Blog Nyaprak. Alasan kenapa nyaprak itu bebas dan kenapa cilempung.my.id hadir untuk membawa cerita ngalor-ngidul ke seluruh dunia.
Nyaprak

Aslinya, saya tipe orang yang lebih banyak diam kalau ketemu langsung. Lebih milih jadi penyimak daripada harus adu suara. Tapi jujur, meski mulut lebih sering terkunci, isi kepala saya justru nggak pernah bisa berhenti berputar. Ada banyak keresahan, ide random, sampai obrolan receh yang terus-terusan numpuk dan "nyumpel" di benak.

Daripada semua itu cuma muter-muter nggak karuan di kepala dan bikin penuh, akhirnya saya tumpahkan semuanya di sini. Blog ini jadi ruang bebas buat saya untuk tetap bicara apa adanya lewat tulisan. Selamat membaca hasil nyaprak saya kali ini dari sudut Cilempung untuk dunia.

Mungkin ada yang bertanya, "Hari gini masih zaman nge-blog? Kan sekarang zamannya video pendek yang sat-set?" Ya, saya tahu. Tapi buat saya, tulisan punya nyawanya sendiri. Tulisan punya cara unik untuk menyampaikan apa yang tidak bisa ditangkap oleh kamera. Dan di blog ini, saya nggak mau jadi orang lain yang sok bijak atau sok puitis. Saya cuma mau satu hal: Nyaprak.

Apa Sih "Nyaprak" Itu?

Bagi orang yang nggak akrab dengan istilah ini, nyaprak sering dianggap sebagai omongan asal bunyi atau bicara tanpa arah. Tapi buat saya, nyaprak adalah sebuah katarsis. Nyaprak itu artinya bicara tanpa beban, mengalir apa adanya, dan jujur dari dalam pikiran. Kadang isinya penting, tapi seringnya sih nggak penting-penting amat. Tapi bukankah hidup memang terdiri dari tumpukan hal-hal kecil yang sering dianggap nggak penting itu?

Di dunia yang serba diatur ini—pakai baju harus rapi, ngomong harus dijaga demi citra, posting di medsos harus estetik—kita butuh satu tempat untuk "berantakan". Dan blog inilah tempat berantakan saya. Di sini, saya nggak butuh validasi jumlah like atau share yang ribuan. Saya cuma butuh ruang untuk melepas semua ide yang selama ini cuma muter-muter di kepala sampai bikin pusing kalau nggak dikeluarkan.

Kenapa Harus dari Cilempung?

Karena saya lahir dan dibesarkan di sana. Cilempung mungkin cuma sebuah titik kecil di peta, sebuah nama yang mungkin asing di telinga banyak orang. Tapi dari tempat yang tenang ini, saya merasa punya perspektif yang beda. Kadang kita terlalu sibuk melihat apa yang terjadi di kota besar lewat layar HP, sampai lupa kalau di sudut-sudut kampung seperti Cilempung pun banyak cerita yang jauh lebih nyata dan layak buat dicatat.

Dari sini, saya melihat dunia dengan cara yang lebih santai. Saya melihat bagaimana tetangga berinteraksi tanpa basa-basi palsu, bagaimana harga kopi di warung pojok bisa jadi topik debat yang lebih seru daripada politik di TV, dan bagaimana hidup sebenarnya tetap berjalan baik-baik saja meskipun kita nggak tahu besok mau ngapain. Cilempung adalah jangkar saya, dan nyaprak adalah cara saya menerbangkan pikiran dari sana ke seluruh dunia.

"Jika diam itu emas, maka nyaprak itu bebas."

Prinsip: Bebas Tapi Nggak Ngawur

Kutipan "Diam itu emas" itu bagus untuk situasi tertentu, tapi buat saya itu sering kali jadi alasan orang untuk takut berpendapat atau sekadar mengekspresikan diri. Kalau semua orang diam, dunia bakal sepi dan membosankan. Kalau diam itu emas, maka emas itu cuma bakal jadi benda mati yang disimpan rapat di lemari gelap.

Sedangkan Nyaprak itu Bebas. Dengan nyaprak, kita membebaskan diri dari belenggu "apa kata orang". Tapi perlu saya tegaskan, bebas di sini bukan berarti bebas lepas tanpa batas. Saya memilih untuk nyaprak ngalor-ngidul, tapi saya punya satu janji: nggak akan ada ruang untuk ujaran kebencian, apalagi penistaan atau menghina keyakinan siapa pun. Kita boleh beda pendapat, kita boleh ngomong receh, tapi kita tetap harus saling menghargai sebagai sesama manusia.

Di blog ini, saya memilih untuk bebas secara bertanggung jawab. Saya memilih untuk nyaprak dari Cilempung untuk dunia, karena setiap suara punya hak untuk didengar, asalkan tujuannya untuk berbagi, bukan untuk menyakiti.

Apa Saja Isi Blog Ini Kedepannya?

Jangan berharap kamu bakal nemu tips investasi saham yang bikin kaya dalam semalam atau panduan hidup sukses ala jutawan di sini. Tapi, kalau kamu suka cerita-cerita random, opini tentang hal-hal sepele yang nggak sengaja saya lihat di jalan, atau sekadar curhatan soal kenapa hidup ini kadang lucu sekaligus menyebalkan, maka kamu berada di tempat yang benar.

Saya bakal rutin menulis tentang hal-hal seperti keseharian yang sering terabaikan, opini tanpa filter tentang apa pun yang lagi viral, hingga refleksi diri kalau saya lagi susah tidur. Pokoknya, apa pun yang lewat di pikiran dan rasanya enak buat di-nyaprak-kan, bakal saya tuangkan di sini.

Harapan saya nggak muluk-muluk. Saya nggak berharap blog ini bakal dikunjungi jutaan orang dalam sehari. Kalau ada satu atau dua orang yang baca terus merasa "Eh, bener juga ya" atau minimal tersenyum kecil sambil ngebatin "Ini orang ngomong apa sih?", itu sudah lebih dari cukup bagi saya sebagai tukang nyaprak.

Terima kasih buat kamu yang sudah meluangkan waktu berharga buat membaca tulisan panjang lebar ini sampai titik terakhir. Panjang juga ya? Ya namanya juga nyaprak pertama kali, tenaganya masih penuh. Jangan lupa mampir ke halaman About kalau penasaran siapa saya, atau ke halaman Kontak kalau mau ajak diskusi.

Mari kita mulai perjalanan ngalor-ngidul ini. Selamat datang di Blog Nyaprak!

About the author

Umar Abdillah
Diam di Lisan, Liar di Tulisan

Posting Komentar