Kenapa Ngopi & Ngerokok Itu Pasangan Ilegal yang Paling Setia?

Ngopi dan Ngerokok

Halo pembaca nyaprak.my.id!

Pernah nggak sih kepikiran, kenapa kopi hitam tanpa rokok itu rasanya kayak ada yang kurang? Kayak nasi goreng tanpa kerupuk, atau kayak mantan yang tiba-tiba hilang pas lagi sayang-sayangnya. Hambar, Bor! Banyak orang bilang ini kebiasaan buruk, tapi buat kita yang sudah akrab dengan pahitnya ampas kopi, duet ini bukan sekadar aktivitas fisik, tapi sudah jadi ritual sakral buat menenangkan pikiran yang lagi semrawut.

Nggak perlu jadi ahli bahasa atau doktor buat jelasin fenomena ini. Lamun jere kula mah (yang lagi nyaprak ini), ada beberapa alasan kuat kenapa duet maut ini nggak ada lawan di dunia pertongkrongan:

1. Peredam Stress Paling Murah dan Instan

Pas lagi pusing sama cicilan Bank Tuyul atau Bank Emok, deadline kerjaan yang nggak kelar-kelar, atau drama kehidupan yang makin nggak masuk akal, kombinasi kafein dan nikotin itu emang juara buat bikin otak calm dikit. Katanya sih, menurut beberapa literatur kesehatan, nikotin emang bisa membantu pelepasan dopamin yang bikin mood jadi lebih bagus sejenak. Ya, meskipun efeknya cuma sementara, tapi buat kaum pencari ketenangan di tengah hiruk-pikuk kota, ini sudah lebih dari cukup.

2. Jembatan Silaturrahim (Hanya Modal Korek)

Di tongkrongan, rokok itu alat komunikasi paling ampuh. "Pinjam korek, Bang" biasanya jadi kalimat sakti pembuka obrolan panjang yang ujung-ujungnya jadi akrab sampai tukar nomor WhatsApp. Ngopi sambil ngerokok itu bikin durasi ngobrol jadi lebih panjang, lebih santai, dan entah kenapa obrolannya jadi makin berbobot (atau makin nyaprak). Tanpa disadari, banyak ide bisnis besar atau solusi masalah rumit lahir dari sela-sela asap rokok dan seruputan kopi di warung kopi pinggir jalan.

3. Waktunya "Self-Reward" Kecil-kecilan

Buat kita yang nggak sanggup beli tiket liburan ke Bali atau nonton konser mahal tiap minggu, duduk di teras sore-sore sambil nyruput kopi item dan bakar sebatang itu udah kerasa kayak sultan. Sederhana banget, tapi nikmatnya ampun-ampunan. Ini adalah cara kita menghargai diri sendiri setelah lelah kerja seharian. Sebuah kemewahan dalam kesederhanaan yang nggak semua orang bisa paham.

Kenapa Rasanya Bisa Klop Banget Secara Rasa?

Secara kimiawi, katanya kafein sama nikotin itu emang punya ikatan yang saling narik. Tapi kalau kata gue, ini soal keseimbangan rasa yang hakiki. Pahitnya kopi item ketemu sama gurihnya asap rokok itu kayak nemuin potongan puzzle yang ilang. Ada sensasi "nyess" di tenggorokan yang nggak bisa digantiin sama boba, thai tea, atau kopi susu kekinian yang isinya cuma tumpukan gula doang. Di sini kita nggak nyari manisnya hidup, tapi nyari cara gimana menikmati pahitnya realita lewat secangkir gelas plastik atau cangkir kaleng yang udah menghitam.

Etika Nyaprak: Tau Tempat dan Tau Diri

Tapi nih ya, jadi penikmat kopi dan rokok juga harus tetap beradab. Jangan mentang-mentang lagi asyik nyaprak, lu malah ngebul di depan muka orang yang nggak ngerokok, apalagi kalau ada anak kecil di dekat situ. Jadi penikmat itu harus cerdas. Cari pojokan yang asyik, bawa asbak sendiri kalau perlu (biar nggak nyampah puntung), dan jangan ninggalin sampah plastik bekas kopi sembarangan di meja. Kita mau dikenal sebagai blogger yang santai dan asyik, bukan blogger yang bikin emosi orang lewat polusi dan sampah plastik, bener nggak?

Kesehatan Tetap yang Utama

Gue nggak bakal bosan ngingetin, walaupun enak, kita tetap harus sadar diri. Segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik. Kebanyakan ngopi dan ngerokok barengan dalam perut kosong bisa bikin asam lambung naik atau bikin jantung berdegup lebih kencang dari biasanya. Jadi, nikmati ritual ini sewajarnya aja ya, Lur. Jangan sampai momen "nyaprak" kita malah pindah ke bangsal rumah sakit gara-gara kita lalai sama kondisi badan sendiri. Keseimbangan itu kunci!

Penutup

Intinya, blog nyaprak.my.id ini bakal jadi saksi bisu berapa banyak gelas kopi yang abis cuma buat nyari ide atau sekadar ngelepas penat di kepala. Hidup emang udah ribet, jadi jangan dibikin makin pusing dengan hal-hal yang nggak perlu. Kadang, solusi dari masalah dunia itu cuma butuh satu hal sederhana: duduk diem, nyruput kopi pas masih panas, dan nikmatin tiap hisapan rokok sambil ngeliatin langit sore yang mulai jingga. Simpel, murah, dan yang penting hati seneng.

Gimana kalau menurut kalian? Apa merk kopi dan rokok andalan kalian kalau lagi pusing? Atau kalian punya tempat ngopi tersembunyi yang enak buat nyaprak? Tulis di kolom komentar ya!

About the author

Umar Abdillah
Diam di Lisan, Liar di Tulisan

Posting Komentar