Selamat datang di cilempung.my.id!
Mungkin saat mendengar nama "Cilempung", yang terbayang di pikiran adalah kelamnya mendung. Stigma negatif kadung melekat, dari sebutan kampung begal hingga tempat yang dicap jahat. Saya tidak akan membantah atau berkelit dari realita, karena begitulah sejarah yang kadung tertulis di mata dunia.
Namun, biarlah stigma itu menjadi cerita lama yang berdebu. Di sini, saya—Kang Dilah—ingin membuka lembaran baru yang lebih bermutu. Saya memang sosok yang terasa kaku dalam lisan, lebih banyak diam dalam setiap pertemuan. Namun di balik diam, pikiran saya berkelana liar tanpa batasan, melampaui batas desa hingga menembus awan.
Daripada hanya tersimpan di kepala dan menjadi beban, saya pilih untuk menumpahkan semuanya lewat tulisan. Lewat ketikan jempol yang mungkin terasa sederhana, saya ingin berbagi rasa, ide, dan sedikit makna.
Antara Kitab dan Dunia Nyata
Di luar aktivitas saya di kangdilah.com yang fokus pada kajian Kitab Kuning yang sakral, blog cilempung.my.id ini adalah ruang bebas yang lebih kasual. Isinya murni suka-hati, gado-gado rasa dalam satu kuali; mulai dari tutorial praktis, informasi harian, hingga curahan hati yang jujur dan berani.
Harapan dari Sudut Cilempung
Kenapa saya melakukan ini? Karena saya percaya bahwa setiap tempat punya sisi cahaya, meski seringkali tertutup oleh buruknya sangka. Saya ingin perlahan-lahan memberikan sudut pandang lain yang lebih manusiawi, lebih santun, dan tentu saja produktif untuk dinikmati.
Saya bukan ahli bahasa, bukan pula tokoh besar yang dikenal masa. Saya hanyalah warga biasa yang ingin berkarya lewat kata, demi menghapus luka lama tanah kelahiran dengan karya nyata.
Terima kasih bagi kamu yang sudah bersedia mampir dan tidak menilai buku hanya dari sampulnya yang getir. Mari kita saling menghargai, membangun koneksi, dan berbagi energi positif di sini.
Kaku di lisan, liar dalam tulisan,
Dari Sudut Cilempung untuk Dunia.
Kang Dilah