Dibalik Tulisan Panjang, Ada Lisan Seorang Pendiam
Blog seperti nyaprak.my.id ini menjadi bukti nyata bahwa "diam di lisan" bukan berarti mati gaya. Itu adalah strategi untuk menabung energi.
Dibalik Tulisan Panjang, Ada Lisan Seorang Pendiam
Dunia ini penuh dengan orang-orang yang gemar bersuara. Di kafe, di kantor, hingga di meja makan, obrolan selalu mengalir deras. Namun, di antara keriuhan itu, selalu ada satu atau dua orang yang lebih banyak diam. Mereka yang hanya manggut-manggut, melempar senyum tipis, atau sekadar menjadi penyimak yang setia. Banyak yang menganggap mereka ini anteng , nggak punya ide, atau malah dianggap kuper. Padahal, anggapan itu sering kali meleset jauh.
Ada sebuah fenomena unik: justru mereka yang paling pelit bicara di dunia nyata, sering kali menjadi "monster" yang paling liar saat sudah berhadapan dengan papan ketik. Di balik tulisan yang panjang, mendalam, dan nylekit , biasanya ada lisan seorang pendiam yang sedang meledakkan seluruh isi kepalanya. Menulis bukan sekadar hobi bagi mereka, melainkan sebuah cara untuk bernapas di tengah sesaknya keharusan untuk selalu bersuara secara lisan.
Tidak Pandai Memulai Obrolan: Filter yang Terlalu Tebal
Bag…