Ditolak Google Adsense: Saat Literasi Santri Dianggap 'Low Value' oleh Robot yang Tak Punya Hati
Bosan dikekang algoritma? Inilah perjuangan Wong Cilempung membangun literasi digital. Dari lelahnya ditolak Adsense hingga menemukan semangat baru
Ditolak Google Adsense: Saat Literasi Santri Dianggap 'Low Value' oleh Robot yang Tak Punya Hati
Pernahkah Anda merasa bahwa hidup ini terkadang terlalu banyak diatur oleh aturan-aturan yang kaku? Begitu juga dalam dunia kepenulisan digital atau blogging. Terkadang, kita terjebak dalam ekspektasi untuk selalu tampil sempurna, edukatif, dan serius. Namun, bagi saya sebagai seorang pemuda yang bangga lahir dan besar di Dusun Cilempung, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, ada kalanya hati ini butuh ruang untuk bicara apa adanya, tanpa sekat, dan tanpa beban. Itulah alasan utama mengapa nyaprak.my.id ini akhirnya mengudara di jagat internet. Blog ini tidak muncul begitu saja dari ruang hampa. Blog ini saya buat karena saya hanya ingin nyaprak apa adanya, tentang apapun yang saya ketahui, entah itu pengetahuan yang saya pelajari dari dunia nyata ataupun maya. Dalam kultur bahasa Sunda/Jawa, nyaprak sering kali diartikan sebagai aktivitas berbicara asal, ceplas-ceplos, atau sekadar menuangkan apa pun yang melintas di pikiran tanpa perlu disaring terlalu ketat. Bagi sebagian orang, …